Close
QQDomino

MAU GABUNG GRUP BOKEP?? KLIK : JOIN GRUP BOKEP
Ayo99 Agen Judi Domino Online IndoAce Agen LiveCasino Sportbook

Sabtu, 18 November 2017

Cerita Ngesex Bersama Manager Marketing Bank Part I

Pusaran Lendir || Cerita Ngesex Bersama Manager Marketing Bank ini berasal dari dendam kebencian saya terhadap seorang manager marketing sebuah bank swasta ternama. Sebelum saya memulai menceritakan semuanya, Izinkan saya perkenalkan diri, nama saya Rendy, umur 22 tahun, tinggi 170cm, dengan berat 56kg.

Saya memang memiliki tubuh yang sedikit kurus, dengan kulit yang cukup gelap dan rambut yang kribo, layaknya seperti orang barat.. Sudah hampir 5 tahun, saya meninggalkan kampung tercinta, dan pergi ke kota yang berpendidikan tinggi ini.

Cerita Ngesex Bersama Manager Marketing Bank Part I
Bu Viany Manager Marketing Bank
Ngeseks Dengan Ratu Sinis Manager Marketing Bank
Ngeseks Dengan Ratu Sinis Manager Marketing Bank

Dan di kota yang terkenal ini, saya menyelesaikan kuliah saya selama 4 tahun. Tapi saya tidak merasa bangga mendapatkan gelar sarjana di tempat kuliah saya ini. Setengah tahun setelah wisuda, saya. mencoba melamar kerja, dan tidak ada satupun kabar panggilan interview yang saya terima.. Kecewa dan putus asa semakin menjadi karena ditambha lagi 6 bulan sudah saya menunggak biaya sewa kamar kost. 

Meskipun tidak begitu mahal, di karena kan saya memang memilih tempat kost yang murah meriah, pemilik kostnya pun baik hati. mungkin saya telah ngontrak di sini sejak saya mendatangi kota ini, makanya sang pemilik kost agak longgar pada pembayaran saya akhir- akhir ini. Keterlambatan ini pun karna ulah saya sendiri yang sedikit sombong setelah mendapat gelas sarjana, saya telepon ke kampung halaman agar orang tua tidak perlu mengirimkan uang lagi, karena saya bermaksud mencari kerja dan hidup lebih mandiri. 

Pada awalnya mereka menolak, dan tidak ingin, tapi karna saya tidak mau menyusahkan kedua orang tua saya lagi, maka dengan sangat terpaksa saya membohongi mereka bahwa saya telah mempunyai  pekerjaan. Awalnya pemikiran saya, dengan gelar sarjana, memudahkan diriku untuk mencari pekerjaan. Ternyata tidak sama sekali..


Cerita Ngesex Bersama Manager Marketing Bank Yang Judes


Mungkin dikarena kan saya belum pernah bekerja, dan baru kali ini saya merasakan susah nya mencari pekerjaan..  Sehingga , saya pun berjanji , akan menjalanin pekerjaan apapun yang nanti saya dapatkan dengan serius dan tekun. Tujuh bulan pun sudah berlalu, walaupun sang pemilik kost tidak menagih, tapi saya sangat tidak enak hati.

Untungnya pada suatu pagi ada berita yang sangat baik, ketika hp saya bunyi saya pun dengan senang dan berharap ini merupakan panggilan lamaran yang telah saya masukan ke suatu perusahaan.

Harapan saya ini pun menjadi semakin nyata setelah mendengar suara seorang perempuan yang sangat lembut, Dia membuka pembicaraan.. " Hallo, ini dengan Rendy ya ? Rendy ada masukkan lamaran ke perusahaan kami ya? Besok Rendy diharapkan untuk datang ke perusahaan kami pukul 9 pagi, kita akan ada kan interview dengan Rendy. Dan berharap Rendy bisa hadir tepat waktu. Selamat pagi. Terima kasih." Betapa senangnya hati saya mendengar berita panggilan ini, dengan riang saya berteriak "Yes!", setidaknya ada harapan saya untuk tidak menjadi pengangguran lagi.

Dan ketika malam pun tiba, saya tidak mau ngembun lagi, Saya akan mencoba tidur dengan cepat di kamar kost ini., berharap besok saya bisa terbangun lebih awal dan lebih segar. Pagi nya dengan pakaian yang rapi, saya pun segera berangkat ke perusahaan itu.

Cerita Ngesex Bersama Manager Marketing Bank Si Ratu Judes dan Sombong


Tepat pada pukul 08 pagi saya keluar dari kost, berharap tidak telat nantinya, walaupun saya tahu ini masih sangat awal, yahh, di maklumin saja, karena ini merupakan panggilan pertamaku untuk interview. Sementara saya masih naik amgkutan umum, karena rencana saya adalah setelah dapat pekerjaan baru lah saya mencoba kredit motor. Sampailah di tempat perusahaan, saya pun turun dari angkot.. Memang perusahaan nya tidak jauh dari kost-an saya. Sebuah bank swasta ternama di kota ini, tiba tiba sempat terbayang, saya yang lulusan sarjana berpakaian rapi, dan berdasi duduk di depan komputer dan ruangan ber AC.. Sangat fantastic ..

Sampainya saya tepat didepan pintu perusahaan, dengan seketika langsung security yang membuka pintu menyambut saya, " Selamat Pagi pak, ada yang bisa saya bantu ? ". Ya biasalah, bank profesional memang harus selalu begitu. "Maaf pak, saya datang ke sini untuk interview, kmren saya dihubungi untuk datang interview pak.", Saya menjelaskan kepada security tersebut maksud kedatangan saya ke sini. "Oh iya pak, silahkan naik ke lantai 2, di sana ada resepsionis, tanya saja di sana ya pak, silahkan", jawabnya sambil menunjuk ke arah tangga. "Terima kasih pak" saya memberikan kesan sopan walaupun terhadap seorang security, dan saya pun berjalan menuju tangga.

Tepat di lantai 2, dan sebelah kanan tangga ada meja resepsionis, saya coba menuju ke meja resepsionis tersebut. Dan seorang cewek yang sedang duduk di meja resepsionis segera berdiri dan menebarkan senyuman, "Selamat Pagi, Ada yang bisa saya bantu pak?". Wow, senyum nya manis sekali., kulitnya berwarna putih dengan rambut lurus sampai punggung, tingginya mungkin 173cm karena memang dia lebih tinggi sedikit dari saya. 

Ku Kerjain Manager Marketing Bank Yang Judes


Namanya Vera, saya liat ID Card yang terjepit di baju nya, Cewek yang bernama vera ini merupakan cewek yang termasuk tipeku., Dan terbesit dalam pikiran jika saya berhasil masuk di perusahaan ini, saya akan coba mendekati dirinya., "Maaf mbak, Saya dapat panggilan interview mbak", jawab saya yang masih terkagum. "Oh iya pak, silahkan tunggu ya pak, nanti saya panggil", kata cewek yang bernama vera itu sambil menunjuk ruangan depan yang seperti ruang tamu. Saya pun masuk dan duduk di kursi sofa yang melingkar itu.

Ada seorang pria yang sedanga menunggu interview juga yang duduk bersama saya, pakaiannya rapi, Dan juga kulitnya kurang lebih sama seperti saya, Akan tetapi dia memiliki tubuh yang berisi seperti layaknya orang yang ngegym.

Supaya suasana menjadi tidak tegang, saya mencoba menyapa orang tersebut, "Hai, dapat panggilan interview juga?". "Iya nih, mas juga ya?" jawabnya dengan menjulurkan tangan kanannya dengan maksud mengajak kenalan.. "Namaku Andi", dia memperkenalkan diri pada saya. Tangannya terasa sangat kasar, "Nama saya Rendy, sudah lama mas tunggu di sini?" jawab saya sambil melayangkan sebuah pertanyaan. "Ga juga, lebih cepat datangkan lebih cepat pulang, tuh di ruangan sebelah ada yang sedang diinterview". jawabnya.


Dan sepertinya orang ini ramah banget, dengan percakapan sedikit saja, saya menjadi akrab bersamanya.. Sambil menunggu kami pun terus berbicara. Terlalu banyak yang kami bicarakan dan pada akhirnya kami pun bertukar nomor handphone. Dan dari pembicaraan kami, disitu saya pun mengetauhi betapa susahnya mencari pekerjaan..

Tak sadar sedang asik berbicara,, Vera resepsionis tadi, memasuki ruangan tunggu dan memanggil Andi untuk segera pergi ke ruangan sebelah untuk interview. Dan seketika saya melihat seorang lelaki yang berjalan melewati pintu, tampak nya dia baru keluar dari ruangan sebelah. Dari raut wajahnya, diterlihat sedih, mungkin dia tidak di terima pada saat interview tadi barusan..

Pengalaman Ngesex Bersama Manager Marketing Bank


Tanpa addnya Andi, ruangan ini menjadi sepi. Saya merasa tegang, dan hanya terduduk diam. Saya pun coba menghibur diri agar tidak merasa tegang. saya mencoba untuk semangati diri saya sendiri dan berkata "Yahh, setidaknya yang diinterview pertama sudah mungkin, berarti saya mempunyai peluang semakin besar".

Dan dengan tiba tiba, Vera masuk keruangan tempat saya menunggu.., "Pak Rendy, boleh ke ruangan sebelah untuk interview". "ohh yaa mbak, terima kasih", saya kaget dalam lamunan saya segera saya melihat jam, dan ternyata saya sudah menunggu 40 mnt.. Saya bangkit dan keluar dari ruangan, tapi pas di depan pintu, Andi yang keluar dengan raut muka marah, sambil bergumam "Brengsek" dan berjalan ke arah tangga turun.

Kelihatannya Andi juga gagal diinterview, ini malah membuat saya ngedown, apakah para calon karyawan yang sesuai dengan kriteria perusahaan, atau interview ini yang lumayan sulit? Saya pun memberanikan diri untuk berusaha menggapai gagang pintu. Saya membuka pintu tersebut, "Selaamat pagii", saya coba menyapa orang yang berada dalam ruangan itu. Apa? Ada 2 orang cewek didalam ruangan tersebut, dan saya berfikir mungkin mereka yang akan menginterview saya? 


Jantung pun berdebar kencang, ini merupakan pengalaman pertama saya interview kerja. "Silahkan masuk", salah satu cewek yang sedang duduk bersebelahan itu menyapa saya dengan memberikan senyuman.. Sambil berjalan menuju ke meja bundar tempat mereka duduk, dan seketika cewek tersebut menjulur tangannya untuk memperkenalkan diri dengan saya, "Susi, manager HRD" dia tetap melayangkan senyumnya yang manis kepada saya. "Rendy", balas saya menjabat tangannya. Sedangkan cewek yang satu lagi duduk diam saja, mukanya kelihatan judes sekali, walau face-nya lebih cantik dibandingkan cewek bernama Susi tadi. "Rendy", saya coba berjabat tangan dengan wanita judes tersebut. "Viany, saya manager marketing perusahaan ini", jawabnya sambil menjabat tangan saya dan masih dengan muka yang sangat judes tanpa sedikit senyuman. "Silahkan duduk", perintah bu Susi sambil tersenyum kembali.

Paksa Seks Manager Bank Yang Sombong


Sayapun langsung duduk, dan berpikir kalau kedua cewek ini yang akan mulai mewawancarai saya. Kedua wanita ini masih muda, saya memperkirakan, mereka berumur 30an, dan yang jelas tak lebih dari 35 tahun.

Bu Viany yang sangat lumayan cantik, wajahnya begitu mulus, dengan rambut terurai panjang di punggungnya. Mungkin kalau dia masih remaja dan masih duduk di bangku sekolah, Bu viany bisa menjadi primadona di sekolahannya., Hanya saja sangat disayangkan, pandangannya terlalu sinis, jujur saja saya agak muak melihat gaya juteknya tersebut. Dan bu Susi, yang muka nya tidak begitu cantik, akan tetapi dia selalu tersenyum.

Namun senyumnya bu Susi telah sangat menganggumkan, dia juga  terlihat sangat manis.. Bisa saya tebak kalau Bu Susi ini adalah seorang yang periang. "Rendy, kamu tau ada lowongan ini darimana?", tanya Bu Susi.. "Saya cuma coba taruh saja bu", jawab saya, sambil memberikan alasan karna saya sudah pasrah mencari lowongan kerja sehingga sayapun memasukkan lamaran ke mana saja. walaupun saya tidak mengetauhi informasi lowongan. 


"Jadi, kamu tidak tahu sedang melamar bagian apa?", sambung Bu Viany dengan sangat judes, saya pun seketika terdiam semakin gugup dan tak tenang. Mukanya bu Viany sangat masam, seperti tidak senang dengan jawaban yang sudah saya jawab. "Kami lagi butuh staff marketing, kira-kira Rendy berminat ga?", sambung Bu Susi sambil tersenyum, seakan akan tidak ingin saya menjadi down. Setiap pertanyaan yang di lontarkan Bu Viany sangatlah membuat mental saya down, dan Bu Susi lah salah satu malaikat yang selalu dukung dan semangatin saya.

Ngentot Dengan Bu Viany Manager Marketing Judes


Saya pun hanya sekali kali memandang ke arah Bu Viany, Karena nyali saya menjadi down ketika melihat ke arah bu Viany "Kamu saja belum ada pengalaman kerja loh, lalu bagaimana kamu bisa yakin jika kerja di sini.?" tanya bu Viany ratu sinis itu. Pertanyaan yang di lontarkan ratu sinis tersebut membuat saya semakin kesal.

Dan ketika dilihat lihat, wajah ratu sinis ini hampir mirip dengan seroang artis master chef Pricil.. sayangnya Bu Viany kurang enak dipandang karena pengaruh muka judesnya itu. "Rendy kan merupakan salah satu orang yang sudah mendapatkan gelar sarjana, tentunya bisa banyak belajar kan ? jawab bu Susi sambil tersenyum, seakan akan menjadi malakikat penyemangat diriku..

Apalagi tatapan ratu judes, dengan pertanyaan yang sangat banyak itu mencoba menjatuhkan mental dalam badan saya, dan menghilangkan semua harapan saya untuk bekerja di perusahaan ini.. Apa mungkin karena dia mempunyai pangkat?  dengan umur yang masih tergolong muda, dan berpenampilan menarik, sehingga menjadi sombong seperti itu.. "Sekarang coba langsung saja kamu praktek kan, Cara promosikan ini di depan kami berdua" kata Bu Viany sambil melemparkan spidol ke arah saya.. Dan tatapannya tidak berubah sama sekali, tetap saja sinis... " begini Renn, kamu tidak perlu tegang.. Anggap saja kami berdua konsumen, dan kamu sebagai salesman spidol yang ingin menawarkan spidol kepada kami berdua.. Jawab bu Susi menenangkan saya..

Dengan perasaan yang tidak enak, gugup, dan takut menjadi satu, saya pun mencoba menawarkan spidol itu dan memang agak sedikit terbata-bata. Dan kelihatannya, Bu Viany sangat tidak puas dengan apa yang sudah saya praktekan.. Tetapi Bu Susi selalu membuat saya tenang, dan memberikan saya kesempatan untuk mencoba memberikan yang terbaik.,

Dendam Yang Berujung Seks Bersama Bu Viany


Ketika saya ingin memulai mencobanya lagi, bu Viany langsung memotongnya, "Saya ingin kamu mempraktekan semuanya dari luar ruangan ini, bagamana cara kamu bertemu kami, kamu promosikan ke kami.." Kamprett? saya merasa sedikit emosi di dalam hati.. Kenapa ratu sinis itu membuat saya seakan akan berjuang didepan dia. Yahh apa boleh buat, saya benar benar membutuhkan pekerjaan ini.


Dari luar ruangan saya ketuk pintu dan permisi masuk.. Sambil memperkenalkan diri saya, dan kemudian menjelaskan dan mempromosikan produk yang sedang saya dagangkan ini. Waktu telah berlalu, hampir 1 jam lamanya saya diwawancarai.. Dan di ujung interview, Bu Viany cuma bilang "Kalau nanti kamu beruntung, saya akan mengabarinya ke kamu.. Dengan posisi muka yang tidak ingin melihat saya, seakan saya tidak pantas bekerja di sini.. " Rendy, kamu tenang saja, tunggu kabar dari kami paling lama 1 minggu, jika kami tidak mengabari Rendy, berarti rendy belum jodoh untuk kerja bersama kami " begitulah kata Bu Susi yang seakan memberikan harapan kepada saya. yahh, walaupun saya tahu pada ujungnya, harapan saya tak sampai lima persen. Saya pun pamit pulang sambil bersalaman dengan mereka dan mengucapkan terima kasih. Setidaknya saya sudah mencoba, dan memberikan semua kemampuan saya.. 

Sampai lah saya di kost, saya langsung istirahan dan rebahkan badan, mencoba mencoba tidur, agar apa yang terjadi barusan bisa saya lupakan.. Ingin ku lupakan karena kekesalan hati yang sudah tidak bisa ditahan lagi, mungkin ini juga yang di rasakan oleh Andi.

Tiba tiba, hapeku pun berbunyi dan membangunkanku. " Halo, Renn gimana interview tadi?" ternyata orang yang telepon saya adalah Andi. Kemudian saya mencoba menceritakan semuanya, dan ternyata Andi juga bernasib yang sama dengan saya.. " Sudah, Kita lanjut ngobrol di warung kopi aja yokk, nanti saya yang jemput kamu " ajak Andi. Dan berhubung tidak ada kegiatan di hari ini, saya pun mengiyakannya.

Paksa Seks Bu Viany Manager Marketing Bank Yang Membuat Ku Sakit Hati


Bunyi klakson pun terdengar dari depan kost saya. Saya pun kaget, sempet berfikir Andi menjemputku dengan motor, ternyata Andi bawa mobil berwarna hitam. Dan yang supir bukan dia, tetapi seseorang yang sepertinya pernah saya lihat dan kenal sebelumnya.. Kemudian Andi langsung menyuruh saya untuk naik ke mobilnya.

Saya dan Andi duduk di bangku ke tengah, di belakang saya dan andi ada 2 orang, dan di depan saya sama andi juga ada 2 orang termasuk supir.. Andi pun segera mengenalkan saya.. Yang duduk, di belakang, mereka bernama Syamsul dan Mamat, mereka tampak seperti preman , brewokan + tatoan. Dan sayapun menjadi takut karna bergabung di kelompok ini.


Akan tetapi dua orang didepan saya sedikit membuatku tenang, mereka tampak rapih dan seperti orang yang berpendidikan.. Tono namanya yang duduk disebelah sang supir. Dan Tono memakai kacamata, sepertinya Tono seorang yang kutu buku.

Sedangkan supir ini bernama Herman, yang wajah nya itu tidak asing bagi saya.. Kulit nya putih bersih layaknya anak bos orang kaya.. Baru saya sadari, ternyata Herman ini adalah calon karyawan yang di Interview lebih awal dari saya dan Andi tadi pagi. 

Andipun menjelaskan kepada saya semua agar tidak bingung, Syamsul dan Mamat ini adalah temannya sejak dulu, dan si Tono merupakan teman si Herman, Andi mendapatkan nomor hp Herman pada saat mereka sedang menunggu di tempat interview tad., Seperti saya dan Andi, ternyata Andi dan Herman juga banyak bertukaran cerita.

Herman memang merupakan anak orang kaya, akantetapi herman orang yang mandir, hal ini terbukti dari dia tidak mengharapkan kedua orang tuanya dalam mencari pekerjaan, Dia lebih memilih mencari pekerjaan sendiri dengan tidak mengecewakan orang tuanya.

Bu Viany Manager Marketing Bank Di Gilir Oleh Rekan Interview


Sedangkan si Tono ini orang nya suka yang berbau bokep, dan dia orang nya hyperseks. Saya sebenarnya sedikit risih dengan nya, dikarenakan sepanjang perjalanan dia selalu menceritakan sesuatu hal yang berbau seks.. "Jadi, mau kemana nih kita ?" tanya saya kepada Andi. "Kita hari ini mau senang senang , sudah ikut aja pasti gak akan nyesal dehh ", jawab Andi yang nampaknya mempunyai sebuah idea yang menarik.

Dalam perjalanan Andipun berusaha menceritakan tujuannya semua, ternyata mereka mempunyai rencana yang buruk.. Mereka akan balas dendam dengan hasil interview tadi pagi. " toh kita memang tidak termasuk kedalam kriterianya , apa boleh buat ? " saya mencoba menenangkan mereka semua. Karena saya sangat takut mereka akan membunuh kedua cewek itu., Apalagi ditambah Andi membawa 2 temannya yang tampak seperti preman sadis. 


Kamipun mulai memasuki komplek disalah satu perumahan elit., kondisinya memang sepi, mungkin dikarena kan yang tinggal di komplek ini adalah orang kaya yang setiap harinya sibuk dengan bisnis mereka. Saya pun selalu mengamati sekeliling komplek, tampak tidak ada kehidupan sama sekali.. Kalaupun ada , mereka pasti sudah tertidur di kamar mereka.

Sesampai di ujung perumahan komplek, Mobil bawaan kami pun berhenti tepat di depan rumah 18CC. Andi pun turun dan menekan bel rumah yang ada disamping pagar. Dan tak lama kemdian, saya pun melihat seorang cewek membuka pagar pintu, dan lebih kagetnya lagi, ketika saya melihat bahwa cewek tersebut adalah Bu Viany. Andi dengan sangat cepat menodongkan pisau lipat yang ada dalam kantong celananya. Bu Viany kelihatan sangat takut dan pucat, Dan Andi segera memberi isyarat agar menyuruh kami masuk. 

Herman langsung masukkan mobil ke dalam halaman rumah Bu Viany. Saya lihat Tono yang seperti orang sudah kehilangan kesadarannya dengan cepat turun dari mobil menghampiri Andi dan Bu Viany dengan menenteng sebuah tas jinjang..

Nikmatnya Tubuh Bu Viany Manager Bank Yang Judes


Saya pun sudah sangat takut sekali dengan semua ini, kemudian saya berfikir, Kenapa bisa sampai ikut gerombolan ini. "Kamu Ren, jangan diam saja, cepat turun dan tutup tuh pagar!" Suara Herman mengagetkan saya..

Dengan gerakan cepat, saya pun langsung pergi tutup pintu pagar depan rumah.. saat itu juga saya lihat mereka menggotong tubuh Bu Viany ke dalam rumahnya. Dengan gerakan cepat juga saya berlari menghampiri mereka.. Bu Viany, yang tadi pagi terlihat sombong dan judes ini tak berkutik dan tampak ketakutan dengan pisau yang dibawa Andi " Cepat, segera bawa dia ke dalam kamar, dan ikat dia didalam kamar !" perintah Andi. 

Rumahnya sangat besar, Dan isi rumahnya juga merupakan barang barang mewah... " Ren, Jangan cuma bengong saja, ayo kita bersenang - senang", ajak Andi dengan menarik tanganku menuju kamar. Setelah mengikat Bu Viany, kedua teman Andi yang bernama Syamsul dan Mamat segera keluar dari kamar dan berkata "Kami mau mencari barang dan harganya dlu bos,, biar tuh cewek judes, bos kerjain dlu aja, selamat bersenang senang bos ku.". 


Bu Viany yang sudah terikat diatas kasur, tidak bisa berbuat banyak, "Ampunnnn, biarkan saya pergi, saya mohon, kalian semua boleh ambil harta saya, tapi pleasee jangan apa apain saya", Bu Viany pun seketika mulai meneteskan air mata. " Saya gak butuh hartamu!" teriak Herman mendekati muka Bu Viany, dan juga menampar muka bu Viany.. Bu Viany semakin kencang teriaknya dan memohon ampun.. " maafinn akuuu, akuu moo moohhoonnn.. ".. ." Dengan sangat kuat Herman menarik robek baju yang dipakai Bu Viany dan Dan kini tampaklah payudara yang berbalut bra hitam., "Maaf ? Iitu aja gak cukup sayang, Kamu telah membuat aku malu, dan begitu pun sebalik nya , saya juga akan membuat kamu malu, " sambil tersenyum nakal dan penuh makna ..

Pengalaman Menggilir Paksa Manager Marketing Bank Yang Sombong


Saya terdiam, dan meskipun sudah terangsang, Dan saya pun mencoba menahan semua nya.. lalu saya pergi kesudut ruangan, dan mencoba untuk tenang.. "Sudah, lu santai saja dlu, lu liat permainan kami, sambil melemparkan sebungkus rokok dan mancis. Saya pun menyalakan sebatang rokok sambil melihatin aksi mereka. Kemudian, saya pun melihat Tono membuka tasnya bawaannya, dia tiba tiba mengeluarkan sebuah handycam dari tasnya., gila !  dia pikir ini mau dijadikan film. Sempat saya juga mengintip isi tasnya, ternyata banyak alat bantu seks di dalam tasnya.. Seperti yang tadi sudah saya katakan, bahwa Tomo merupakan orang yang hyperseks.

Tono, Andi dan juga Herman mengerjai Bu Viany secara berengan.. Saya mencoba untuk tenang, akan tetapi sesuatu yang ada dibalik celana saya justru tidak tenang. Say juga melihat Herman sangat sadis, menindih dada bu Viany, dan terus menerus menamparnya.. 

Sedangkan Andi yang sedang sibuk melorotkan celana Bu Viany dengan paksaan. Aksi demi aksi tersebut pun terus di rekam oleh Tono, dan sesekali Tono pun ikut menampar pipi bu Viany.. Tak cuma bgtu saja, Herman pun kemudian membuka resleting celananya, dan mengeluarkan penis nya dari balik celana yang sudah ngaceng dari tadi.. "Cepat kulum dan Puaskan saya sekarang, atau kau ku bunuh !" Herman kembali mengancam Tono. "Jaaaa angannnn.. . Saayaa mo hoonnnn... " Bu Viany kembali memohon, dengan tetesan air mata .. Dan juga pipinya yang sudah kemerahan.

Herman yang sudah sangat marah, kini bangun dan melepaskan semua pakaiannya hingga telanjang bulat.. Tono dan Andi pun tidak mau kalah, mereka juga melepaskan semua pakaiannya, tanpa sehelai benangpun..

Dendam Karena di Tolak Bu Viany Pada Saat Interview


Bu Viany terus berusaha melawan, dan berusaha melepaskan tubuhnya dari ikatan. Dan kini celananya pun sudah melorot sampai lutut, dan terlihat celana dalam nya yang berwarna merah muda,.

Sebatang rokok yang saya isap tadi sudah saya habiskan, Dan nyalipun belum terkumpul,sedangkan nafsuku sudah memuncak. Ahh yasudahlah , biarkan mereka saja dluan, toh nanti saya akan menikmatinya sendiri.. Saya kembali menghidupkan rokok yang kedua, dan terus melihat aksi mereka, ternyata Bu Viany sudah dalam keadaan telanjang bulat. Herman dan Andi telah merobek pakaian bu Viany menggunakan karter yang ada di dalam tas Tono.

Sedangkan Tono yang dari tadi sibuk dengan cameranya, kini Tono menaro kamera nya di atas meja, agar dia bisa bergerak bebas memainkan aksinya.. Jantungku pun berdetak kencang ketika lihat mereka dalam keadaan telanjang ber 4.


Dan Saya dengan cepat mematikan rokok saya,. Kemudian segera bangkit dan melepaskan semua pakaian saya.. Saya kini sudah tidak tahan lagi, ketika melihat tubuh seksi nya bu Viany yang sudah telanjang bulat.. Jeritan ketika dia minta ampunnya semakin membuat hatiku bergejolak. "Ayo lah kita bersenang", teriak Andi menyambutku. " Sabar dong brohh, kita harus mencoba mencicipi kue ini, agar tidak ada kandungan yang berbahaya dari kue ini " Ejek tono

Nahh ini seperti model penis tapi ada kabelnya, Langsung dilemparkan Tono kearah Herman. Satunya lagi yang ini dia pegang, sama seperti jepitan jemuran yang mempunyai kabel yang dihubungkan ke accu battery.

Rekan Interview Ku Menggilir Manager Marketing Bnak


Tanpa diberikan aba - aba, mereka langsung tahu tugas mereka, dan mengerjakan tugas mereka. Tanpa ada rasa kasihan, Tono menjepitkan kedua jepitan tadi tersebut ke puting susu Bu Viany. Nampaknya Bu Viany tersontak kaget, karena jepitan tersebut mengalir aliran listrik.

Sayapun bertanya tanya dalam hati, dari mana Tono bisa mendapatkan barang seperti itu.. Memang sudah ada kelainan seksual pikir ku... Sedangkan yang di pegang sama herman itu seperti ular dan terus bergerakk , yang di kenal dengan sebutan nama dildo.. Dan kini pun Bu Viany tidak mampu melawan dan berontak lagi., bahkan juga rintihan nya sudah tidak terdengar lagi karena Andi sibuk memainkan bibirnya. Andi yang tampaknya senang memainkan bibirnya, dan membuat saya bingung mau memainkan apa lagi..sulit untuk berbagi dengan orang orang yang sudah kesetanan ini.. 

Teringat kesal ku tadi pagi, aku pun ingin dendam dengan cewek ratu sinis ini.. Segera ku bongkar tas Tono dan mencari mainan yang dapat ku mainkan dengan cewek ini.. Dan belum sempat menemukannya, tiba tiba terdengar suara bel dari depan rumah..

Kami semua terdiam dan kami pun menghentikan semuanya.. Sialan, siapa yang akan datang ini ? Pikir saya dalam hati.."Siapa itu ? Jangan-jangan suaminya pulang?", tanya saya sedikit panik, dan membuat keadaan agar tidak hening.. Dengan pelan, Andi menjawab, "Bukan, Suaminya ada tugas luar kota, tadi siang saya sudah meminta si Syamsul dan si Mamat untuk mencari informasi". "Lalu, siapa yang datang ?  Apa yang harus kita lakukan?" tanya saya panik dan kritis.

Menikmati Tubuh Indah dan Mungil Bu Viany


Perasaan saya semakin tidak tenang dan sangat tidak enak, jantung saya pun berdetak tidak karuan, lutut pun lemas,dan seakan tidak ingin bergerak lagi., Mungkin ini kita akan terpergok .. " Bagaimana ini " jawabku memulai pembicaraan.. " Sebelah rumah ini kosong, dan juga rumah ini besar, tidak mungkin juga suara kita terdengar oleh tetangga.. Jawab Andi dengan was was..

Saya sangat ketakutan, saya menyesali perbuatan saya ini. Saya yang baru mendapatkan gelar sarjana dan harus menerkam dipenjara karna kasus sepele ini ? Dan saya melihat sekeliling saya, mereka ber 3 pun sudah keliatan tegang.. Untungnya Bu Viany masih tidak berani berteriak, mungkin karena masih banyak benda benda tajam seperti carter, gunting, pisau dan lain lain..

" Harusnya tadi kita mematikan lampu, agar kelihatan seperti tidak ada orang " .. Protes Herman kepada Andi.. Dan sayapun mendengar suara ada suara pintu pagar yang terbuka.. Saya pun langsung meraih pakaian saya, agar jika ada sesuatu yang tidak enak terjadi, saya bisa langsung kabur.. " siall , baru saja memulai, sudah di ganggu seperti ini " ujarku dalam hati.


Herman pun segera mengambil pisau lipat, dan Andi juga mengambil cutter yang berserak di bawah kakinya. Tono yang hhanya terdiam, karena dia adalah seorang yang penakut.. Dua sosok pria mendekat kearah kita, dan kita pun segera siap siap, karena dari jauh tidak kelihatan jelas siapa merak yang mendekat... Sosok tersebut kini semakin jelas, setelah mereka dekat ke pintu.. Dan ternyata Syamsul dan juga Mamat. " Bosss, lihat ini kami temukan apa ??" sahut Syamsul yang sedang merangkul seorang anak kecil.

Bu Viany Terdiam Saat Di Gilir Paksa Bersama Rekan Interview Ku


Anak itu kira kira berumur 7 - 8 tahun, dan anak tersebut tidak bisa berteriak, karena mulut nya sudah dibekap oleh Syamsul... Rambut nya dikepang, dan anak ini menenteng tas, sepertinya baru saja pulang dari Les.. "Ini namanya Veronica, anak gadisnya Bu Viany", si Mamat menjelaskannya. " Please , Saya mohon lepaskan anak saya. .." Bu Viany kini kembali memohon dengan tangisan. 

"Hahaaahha, baguss, ikat anak itu, biar nanti saya yang tangani ", pinta Tono kepada Syamsul dan Mamat. Astaga, apa mungkin Tono akan mengerjai gadis kecil nya bu Viany? , Meskipun saya tau kalau Tono mempunyai kelainan, tapi apakah dia se tega ini dengan gadis kecil ? Syamsul dan Mamat pun segera mengikat anak tersebut di kursi rotan yang berdekatan dengan kasur. Dan anak kecil ini seakan tidak tahu apa yang terjadi dengan mamanya.. Kemudian Tono pun mendekatkan dirinya dengan...

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon