Close
QQDomino

MAU GABUNG GRUP BOKEP?? KLIK : JOIN GRUP BOKEP
Ayo99 Agen Judi Domino Online IndoAce Agen LiveCasino Sportbook

Senin, 27 November 2017

Cerita Seks dengan Kakak Perempuanku yang Tomboy

Pada artikel Pusaran Lendir kali ini aku ingin menceritakan pengalaman seks ku bersama kakak kandungku sendiri. Cerita Seks dengan Kakak Perempuanku yang Tomboy kira kira terjadi sekitar pertengahan tahun 2017, saat aku lulus sebagai sarjana S1 disalah satu perguruan tinggi di Jakarta.

Di kesempatan kali ini aku ingin menceritakan hubungan gelap ku dengan kakak kandungku sendiri. Namaku Bayu dan Nama kakaku ini adalah Kak Riska. Kak Riska ini umurnya masih 24 tahun, lulusan Sarjana bidang Broadcasting, sehingga dia bekerja disalah satu stasiun televisi swasta. Kuakui memang Kak Riska ini punya wajah yang cantik, rambut hitam panjang yang sering diikat kebelakang, badan langsing dengan payudara nya standar 34B menggantung indah serta pinggul dan bokong yang padat. Tetapi Kak Riska ini san Cerita Seks dengan Kakak Perempuanku yang Tomboy Merupakan Hadiah Terindah Yang Ku Terima Setelah Wisuda gat tomboy, walaupun ia memiliki paras yang cantik.

Seks dengan Kakak Perempuanku yang Tomboy


Banyak pria yang mendekatkan diri kepadanya, namun ia menanggapinya tak lebih dari seorang teman. Hal ini juga yang membuat para pria yang naksir dengan kakakku ini menjauhinya. Ini juga yang membuat kakakku jadi jomblo diusianya yang sudah matang, padahal banyak teman temannya yang sudah menikah. Orang tuaku sendiri juga sudah banyak sekali mengundang pria kerumah guna untuk dikenalkan kepada Kak Riska. Namun dengan cepat Kak Riska menolaknya dengan alasan masih ingin berkarir. Orang tuaku pun akhirnya pasrah dan mengikuti keinginannya.

Nah sebagai adiknya, aku cukup dekat dengan Kak Riska ini. Ya kalau dipikir pikir kedekatan kami masih sebatas wajar lah, seperti kakak beradik pada umumnya. Aku pun sering curhat kepada kakakku tentang masalah kehidupanku. Dan kak Riska ini menanggapi dengan sangat dewasa, pemikiran logisnya sungguh dapat membuat segala masalahku terselesaikan. Jadi semakin hari aku merasa sangat sayang kepadanya hingga saat ini.Pengalaman seks ku ini bermula di hari aku wisuda setelah menyelesaikan kuliahku selama 5 tahun lamanya. 

Cerita Seks Dengan Kakak Perempuanku yang Tomboy Berawal dari Wisuda Jadi Seks

Saat itu orang tuaku tidak dapat menghadiri acara wisudaku dikarenakan ada saudaraku yang jauh di kalimantan sedang sakit, dan orang tuaku sedang menjenguknya disana. Jujur saja aku sempat sedih mereka tidak dapat datang di acara spesial ini. Beruntung ada Kak Riska yang menyempatkan dirinya bolos dari kantornya untuk menemaniku saat itu. Jadilah aku dan Kak Riska pergi bersama di acara itu hingga selesai.

Setelah acara wisuda selesai, aku menghampiri Kak Riska yang matanya sudah mulai berkaca kaca, karena terharu. Kak Riska spontan memeluk tubuhku, aku pun balas memeluknya.
"Kakak bangga sama kamu Bay" ucapnya sambil terharu melihatku.
Aku hanya dapat tersenyum, bangga pada diriku sendiri.
"Kamu harus kakak kasih hadiah nih, kamu mau hadiah apa sayang" katanya kepadaku.
"Hmmm bener nih apa aja ? " tanyaku menantang.
"iya bayu, apapun yang kamu mau kakak pasti kasih buat kamu" jawabnya manja.
"apa aja deh kak, Bayu mah pasrah aja bebas terserah kakak, Sekarang kita pulang dulu yuk, capek kak" ajakku. Memang setelah Wisuda aku merasakan capek juga. Jadi aku memutuskan untuk pulang terlebih dahulu untuk istirahat dan dilanjutkan nanti malam saja perayaannya.

Aku pun menuju mobilku bersama Kak Riska dan memacu mobil menuju rumah. Sesampainya dirumah aku langsung masuk ke kamar, berganti pakaian dan duduk di rumah menonton dvd film horror. Kali ini ada film horror yang lumayan seram baru tayang dan aku sudah mempersiapkannya. Jadi aku setel dvd itu dan mulai menontonnya. Tak lama kemudian Kak Riska datang menghampiriku dan duduk disebelahku.

"Ihh bayu nonton apaan nih" tanya nya sambil membawa  jus jeruk favoritnya.
"film horror baru nih, mau lihat bareng ?" tanyaku
"boleh deh" jawabnya singkat. Lalu ia semakin mendekatkan dirinya kepadaku. Saat itu Kak Riska hanya pake tanktop hitam sehingga dadanya tampak menonjol dan hanya menggunakan hotpants berwarna hitam juga sehingga tampaklah paha putihnya yang mulus itu
.

Cerita Seks dengan Kakak Perempuanku yang Tomboy Adalah Hadiah Wisudaku


Sebenarnya ia berpakaian seperti itu sudah biasa di rumah, tapi entah gerangan apa aku malah sering mencuri curi pandang kearah belahan dadanya yang sedikit terbuka itu. Walaupun sering melihatnya, tapi baru kali ini aku melihatnya dari dekat. Tak terasa kontolku mulai tegang secara perlahan. Bahkan disetiap adegan yang mengejutkan dan menakutkan dalam film itu, Kak Riska selalu memeluk lengan tanganku sehingga lenganku menyentuh dadanya yang kenyal itu. Kontolku pun malah tambah mengeras dibuatnya.

Akhirnya tiba adegan panas dalam film horror tersebut. Kuperhatikan Kak Riska melihat dengan seksama adegan itu sambil masih memeluk lenganku yang bergesekan dengan dadanya. Terlihat di layar karakter pria sedang meremas remas dada karakter wanita di sebuah kamar. Melihat itu, nafas kak riska mulai tak beraturan. Lenganku pun makin dipeluk erat bahkan digesek gesekkan ke dadanya. Wajahnya memerah tetapi tetap fokus memperhatikan layar. Pasti lagi nafsu nih kakaku pikirku dalam hati.

Aku pun kemudian berinisiatif, ku dekatkan wajahku ke wajah Kak Riska lalu kukecup lembut pipinya. Seketika Kak Riska menatapku, mata kami saling bertatapan. Tiba tiba kak Riska langsung mencium bibirku dengan lembut. Kubalas ciuman kakaku ini dengan mesra. Lama sekali kami berciuman walaupun secara perlahan. Nafas Kak Riska sudah sangat memburu, bahkan tidak beraturan. Lama kelamaan ciuman itu berubah, bukan hanya saling mengecup satu sama lain namun kali ini saling melumat, menghisap, bermain lidah satu sama lain layaknya sepasang kekasih.

Tanganku pun tak tinggal diam, aku meraba dada Kak Riska, kuremas perlahan membuatnya melenguh, mendesah desah. Aku semakin bernafsu dibuatnya, Kak Riska pun semakin liar melumat bibirkua, menciumi setiap bagian di wajahku, bahkan hingga ke telinga dan membuat cupang di leherku.

Hadiah yang Kuminta dari Kakakku yang Cantik dan Tomboy


Aku yang semakin asik dan bernafsu dengan dadanya itu. Tanganku mulai masuk kedalam tanktopnya, dan bh yang digunakannya untuk meraba dadanya itu. Kak Riska pun menyadari itu. Ia pun mengerti dan bangun untuk membuka tanktop nya beserta bh hitam yang digunakannya. Terpampanglah dua buah payudara yang kenyal dengan ukuran yang menurutku pas dengan tanganku ini. Langsung saja kurebahkan dia di sofa lalu kuciumi wajahnya dengan penuh nafsu, lalu makin lama turun ke payudaranya dan berhenti disana.

Kuperhatikan sejenak memandang daerah itu, kuremas pelan dengan kedua tanganku. Lalu kupilin perlahan putingnya, membuat Kak Riska mendesah pelan tertahan. Setelah itu tanpa basa-basi langsung kuhisap puting payudara Kak Riska yang berwarna merah muda dan kuremas menggunakan bibirku. Aku benar-benar menikmatinya seperti bayi yang kelaparan sedang menyusu pada ibunya. Sesekali kumainkan puting payudaranya dengan lidahku, lalu kuhisap kembali.

Karena terlalu asik, aku tak sadar bahwa Kak Riska sudah melepas kaos yang kugunakan, sehingga dada ku yang rata terlihat dan bersentuhan langsung dengan kulit mulusnya. Cukup lama kunikmati kedua payudara Kak Riska ini, kulumat keduanya bergantian. Kak Riska pun seolah olah tak ingin melepaskanku, ia malah menekan nekan kepalaku kuat kuat pada payudaranya.

Tak terasa tubuh kami berdua sudah bermandikan keringat. Aku pun ingin melanjutkan permainan ini sampai akhir. Aku sangat ingin berhubungan seks dengannya.
"Kak boleh aku minta berhubungan seks dengan kakak ?" ujarku sambil menghentikan gerakanku menghisap payudara kakakku.
"hmmm, tadi kan kakakmu ini bilang sama kamu. Kamu boleh minta apa saja sayang, kakak pasti kasih ke kamu" ucapnya.
"Kamu boleh kok seks dengan kakak, sekarang sini sayang puaskan kakakmu ini" sambungnya.
Bagaikan mendengar geledek, aku pun sebenarnya terkejut, kakaku yang tomboy ini bisa jadi seperti ini. Takkan kusia siakan kesempatan ini, langsung saja badannya kutindih dengan badanku, dan kucium serta ku lumat bibirnya.

Keinginanku Seks dengan Kakakku yang Tomboy


"aaahhhh ....sayannggg...pelan.pelan dong.." desahnya..
Terus kuciumi seluruh wajahnya. hingga lehernya yang membuat dirinya mengejang. Tanganku tak tinggal diam, ku buka hotpants miliknya. Seolah mengerti keinginanku, Kak Riska mengangkat pantatnya ke atas sehingga memudahkanku melespas hotpants serta celana dalamnya. Lalu aku pun berjongkok tepat di depan lubang memeknya. Kak Riska pun melebarkan pahanya yang membuat gundukan memeknya semakin terlihat. Kuperhatikan sejenak dan kuraba menggunakan tanganku.

Ternyata memek Kak Riska sudah sangat basah oleh cairan kewanitaannya. Kubuka belahan memeknya lalu kujilat menggunakan lidahku. Kusapu bagian itu berulang kembali menggunakan lidahku yang membuat Kak Riska langsung mengejang dan mendesah desah.

Kugunakan bibir serta lidahku untuk mempermainkan klitorisnya yang semakin membesar.
"eeggghhhhh.....bay.....aaaacchhh.." desahnya tak tertahankan, Kak Riska terus mendesah saat aku menekan lidahku pada liang memeknya serta tanganku yang memainkan klitorisnya. Saat lidahku semakin masuk kedalam memeknya, Kak Riska semakin terengah-engah. Nafasnya sudah memburu tak karuan. Aku pun semakin asik dan liar menjilati bagian sensitif kakakku ini, semua tempat di bagian memeknya sudah tersapu oleh lidah dan juga air liurku sendiri.

Tak lama kemudian Kak Riska mengejangkan tubuhnya. Aku merasakan lidahku dialiri oleh sesuatu yang hangat. Bersamaan dengan erangan keras dari Kak Riska yang menekan kepalaku ke memeknya seakan tak mau melepaskan kepalaku dari sana. Pahanya juga malah menjepit kepalaku dengan sangat kencang, sampai aku sulit untuk bernafas dibuatnya. Aku pun langsung menjilati cairan itu sampai bersih, rasanya sangat enak menurutku. Setelah selesai aku naik ke atas dan kuciumi lagi wajah kak riska. 

"Kak, aku sudah gak tahan nih" ucapku padanya.
"Kakak juga bay, masukin sekarang ya" ujar kak Riska.
"pelan pelan ya bayu," sambungnya sambil mencium bibirku mesra.

Permainan Seksku dengan Kakak Perempuanku yang Tomboy


Kubalas ciumannya sejenak, lalu kufokuskan mengambil posisi tepat diselangkangan kakakku. Ku posisikan kontolku yang sudah tegak maksimal ke bibir memeknya. Kugesek gesek sebentar di bagian itu, nafsu Kak Riska pun bangkit kembali.

"Ihh nakal kamu ya" dengan wajah genitnya.
"Siniin kontol kamu" dengan sekejab diraihnya batang kontolku, digemgamnya dan diarahkan ke lubang memeknya. Setelah sampai tepat dilubang memeknya, kudorong perlahan kontolku ke dalam memek Kak Riska. Sulit sekali, beberapa kali kucoba tetapi tetap gagal. Pada percobaan ke 4 kucoba dorong sedikit lebih kuat dan akhirnya masuk lah kepala kontolku ke dalam memeknya Kak Riska.

Kak Riska kelihatan meringis sedikit kesakitan, tetapi tetap menyakinkanku untuk memasukkannya lebih dalam. Aku justru merasakan nikmat sekali, kepala kontolku terasa terjepit dan diremas remas. Karena sudah bernafsu aku ingin merasakan yang lebih nikmat, kudorong lagi secara perlahan. Tetapi rasanya sangat sulit, walaupun sudah banyak cairan kewanitaan kakak yang membasahi memeknya, dan pada akhirnya kutekan dengan kuat kontolku ini.

"“Aduuh.. sakiitt Bayuuu...."jeritnya saat aku mendorong kontol ku kuat kuat ke dalam memeknya. Kudiamkan sejenak kontolku itu, sambil kuciumi bibir kak riska. Kuremas remas payudaranya itu sehingga lama kelamaan sakit yang dialami Kak Riska hilang dan berganti dengan rasa nikmat. Aku pun juga merasakan kenikmatan di batang kontolku. Kontolku rasanya seperti di hisap, di jepit, diremas oleh memek Kak Riska. Kunikmati setiap remasan di memeknya membuat kontolku semakin tegang dibuatnya. 

Setelah kudiamkan beberapa saat, aku mulai memaju mundurkan kontolku dengan perlahan. Rasanya sangat nikmat, kontolku seperti diurut oleh memeknya. Perlahan tapi pasti terus kumaju mundurkan kontolku di lubang memeka kak Riska ini. Kak Riska hanya bisa melenguh dan mendesah setiap kontolku menyodok lubang memeknya. Setiap gerakannya membuat payudara Kak Riska bergoyang mengikuti irama genjotanku.

Nikmatnya Memek Kak Riska Membuatku Keenakan


Aku pun semakin kenikmatan saat Kak Riska mengangkat pantatnya sedikit ke atas. Kontolku masuk lebih dalam kedalam memeknya, membuat setiap sodokannya semakin berasa enak. Kak Riska terus mendesah tak karuan bahkan sampai berkata kotor yang membuat nafsuku semakin naik tinggi ke atas. Lama kelamaan aku mempercepat gerakan pinggulku, Kak Riska terus terusan mendesah tanpa hentinya sambil menyebut namaku. Aku hanya bisa fokus menikmati jepitan memek kakakku ini.

Ku hentakkan pinggulku dengan keras membuat Kak Riska semakin menjadi jadi. Bahkan pantat kak Riska sengaja di tekan kan ke pada kontolku sehingga kontolku masuk lebih dalam lagi. Semakin lama semakin cepat gerakanku, yang tadi nya teratur sekarang sudah tak teratur lagi. Kuremas kedua payudaranya dan Kak Riska merespon dengan memegang kedua tanganku. Kepalanya digeleng gelengkan kekanan dan ke kiri sambil memejamkan mata dan mengerang keras. Dan pada akhirnya tubuhnya mengejang kuat diikuti dengan semburan cairan di memeknya. Kak Riska pun tergolek lemah di sofa. Kami pun sudah sangat berkeringat karena kegiatan kami itu, terumata Kak Riska.

Aku pun menghentikan gerakanku karna kutau Kak Riska baru saja orgasme. Kuciumi bibirnya dengan mesra yang disambutnya dengan cara yang sama. Tetapi kontolku masih tetap tegang, berdiri tegak karna masih belum keluar.
"Kak, masih belum keluar nih" ujarku.
"ihh kamu ini ya, udah dulu ya kakakmu ini capek banget" jelasnya kepadaku.
Aku pun mencabut kontolku dari memeknya, seketika keluarlah cairan kewanitaannya bersamaan dengan darah yang mengalir melalui memeknya. Tanda bahwa ia baru saja kehilangan keperawanannya.
"yaudah sini deh kakak bantuin biar cepet keluar" kak Riska bangkit lalu mulai menyuruhku duduk. Aku pun duduk di sofa sedangkan Kak Riska malah jongkong persis didepan batang kontolku.

Nikmatnya Kak Riska Mengulum Kontolku


Lalu dilap nya kontolku yang basah karna cairan kewanitaannya serta darah perawannya itu. Lalu ia mulai menjilati seluruh bagian kontolku yang membuatku bergetar kenikmatan. Apalagi disaat kak Riska menjilati lubang kencingku, aku mendesis nikmat sambil menyebut nama kakakku. Tak lama kemudian kak riska mulai memasukkan kontolku ke dalam mulutnya. Dimainkannya kontolku dengan lidahnya dan mulai memaju mundurkan mulutnya.

Benar benar nikmat, mulut kak riska ternyata sangat handal dalam mengulum kontolku. Walaupun seluruh batang kontolku tidak masuk sepenuhnya, hanya 3/4 bagiannya. Entah mulut Kak Riska yang terlalu kecil atau memang kontolku yang terlalu besar untuknya. 

Setelah sepuluh menit ia mengulum kontolku aku merasakan sesuatu ingin keluar dari ujung kontolku ini. Aku pun memegang kepala kakak ku dan ku maju mundurkan kepalanya dengan cepat. Kak Riska kaget dan bahkan hampir tersedak karena ulahku. Bahkan kurasakan kepala kontolku menyentuh tenggorokannya. Akhirnya kutekan kepala kak riska dan  muncrat lah sperma kedalam mulutnya itu. Kak Riska pun menelan semua sperma ku yang keluar itu. Banyak sekali yang keluar bahkan sampai tumpah lewat sela sela mulut Kak Riska.

Aku pun terbaring lemas disofa setelah orgasme itu, Kak Riska pun masih asik dengan kontolku yang masih di bersihkan dengan lidahnya. Setelah ia selesai, Kak Riska bangkit lalu tiduran di atas dadaku.

"Makasih ya bayu sayang, kakakmu ini puas sekali" ucapnya manja sambil mencubit pipiku.
"Aku yang makasih kak, makasih banget hadiahnya" jawabku.
"Aku sayang kakak" sambungku.
"kakak juga sayang kamu bayu" jawabnya kemudian.

Akhir Persetubuhanku dengan Kak Riska yang Kusayangi


Kami pun berciuman sebentar lalu tidur pulas di sofa hingga malam menjelang. Malamnya aku dan Kak Riska terbangun, dan akhirnya kami mandi bersama. Di dalam kamar mandi kami bahkan melakukan nya lagi entah sampai berapa kali Kak Riska orgasme ku buat. 

Karena kejadian ini aku dan Kak Riska semakin dekat, bahkan sudah seperti pasangan suami istri. Kami terus menerus melakukan seks berdua saat orang tua kami belum kembali ke rumah. Hampir seluruh ruangan pernah kami jadikan saksi kegilaan kami, kamar tidurku, kamar tidur kak riska, kamar tidur orang tua kami, ruang tamu, kamar mandi, pokoknya semaunya. Bahkan pernah aku melakukan seks saat kakak sedang sibuk memasak dan kugenjot dari belakang. atau pernah kami lakukan di kolam renang kami di belakang rumah.

Kami terus melakukannya sampai saat ini tentunya tanpa sepengetahuan orang tua kami. Dan pada akhirnya kami pergi berdua ke kota Bandung dan bekerja disana. Disana kami mengontrak sebuah rumah tentunya dengan hasil uang kami sendiri. Tak sulit mencari rumah disana terlebih lagi kami kakak adik yang mempermudah itu semua. Hampir setiap malam aku melakukan seks dengan kakaku yang semakin lama ketagihan dan semakin gila akan seks. Bahkan hingga saat ini kami masih terus melakukan seks dan untungnya kakakku tak pernah hamil.

Baca Juga :

TAMAT

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon