Close
QQDomino

MAU GABUNG GRUP BOKEP?? KLIK : JOIN GRUP BOKEP
Ayo99 Agen Judi Domino Online IndoAce Agen LiveCasino Sportbook

Jumat, 22 Desember 2017

Cerita Dewasa Petaka Liburan Sekolah

Pada postingan kali ini, pusaranlendir.site akan menyajikan sebuah cerita dewasa dengan judul Cerita Dewasa Liburan Sekolah Membawa Nikmat kepada kalian semua. Cerita Dewasa kali ini menceritakan seorang siswa yang sedang menikmati liburan sekolahnya di kampung sopirku. Langsung saja yuk kita baca ceritanya.


Perkenalkan namaku Andy yang sekarang ini duduk di kelas 2 SMK jurusan akuntansi di salah satu sekolah wisata Bandung. Aku pertama kali mengetahui hal berbau sex semenjak aku duduk di kelas 3 SMP saat itu aku di ceritakan oleh teman-teman ku kalau sex itu enak, semenjak itu aku menjadi penasaran gmn rasanya berhubungan sex tersebut.

Dari mulanya aku nonton bokep sampai aku ngocok sendiri di kamar mandi untuk melepaskan gairah birahi ku jika sudah naik dan itu merupakan hal yang paling enak yang pernah ku rasakan. Tetapi tetap saja aku masih penasaran sama pemain bokep yang biasa ku nntn dari pensi nya di jilati, pentil wanita di hisap sampai di masukan barangnya.

Setelah penantian yang panjang, akhirnya aku bisa merasakan itu semua. Singkat cerita, waktu kenaikan kelas, aku mendapatkan liburan selama 3 minggu. Waktu liburan aku hanya mengisinya dengan di rumah saja bermain komputer, orang tua ku yang melihat ku hanya di rumah saja malah menyuruhku untuk ikut dengan sopir bokapku ke kampungnya namanya Pak Martin.

Pak Martin pulang ke kampungnya untuk menengok istri dan mertuanya yang berada di desa sekitaran Jawa Barat. Saat itu aku berpikir tidak akan ikut, karena sepengetahuanku kalau di kampung atau desa itu tidak enak, tidak ada AC, tetapi seketika pikiran ku berubah semenjak pak Marin menjelaskan kalau banyak cewe-cewe cantik di sana.

Aku pun bergegas menyiapkan tas kecil untuk mengisi pakaian dan peralatan mandi yang akan ku pakai sewaktu menginap di rumah pak Martin. Keesokan harinya, jam 07.30 kami berdua pun langsung pergi, setelah menempuh jarak yang lumayan jauh akhirnya kami sampai di kampung Pak Martin jam 15.00.


Awal Mula Cerita Dewasa Petaka Liburan Sekolah


Terlihat dari luar rumah Pak Martin lumayan besar di kampung, dinding nya memanjang tanpa adanya lantai 2 tapi cukup luas. Kami berdua pun di sambut oleh istrinya pak Martin dan mertuanya yang saat itu sedang nonton TV. Lalu pak Martin memperkenalkan aku kepada istri dan mertua nya.
" Ini anak majikan saya namanya Andy " kata pak Martin
" Ohhh, masih mudah ya ganteng lagi hehehhe " kata istrinya
" Ini istri saya namanya Suni dan ini mertua saya namanya Irma " kata pak Martin
" Salam kenal tante namaku Andy " kataku memperkenalkan diri.

Setelah memperkenalkan diri, kami semua langsung masuk ke ruang tengah sambil ngobrol-ngobrol, di atas meja sudah di siapkan cemilan dan minuman. Mereka pun bercerita-cerita tentang kawasan di kampung mereka, ternyata mereka di sini sehari-hari menanam padi di sawah atau menanam sayur, meskipun sudah tua tapi tenaga mereka tidak kalah dengan anak mudah jaman sekarang yang kerja dikit saja sudah loyo.

Lalu aku di ajak berkeliling di sekitar rumahnya, ternyata memang tidak ada AC dirumahnya, tetapi masih ada kipas untungnya. Suasana di sini tidak seperti di kota-kota yang berisik oleh kendaraan, polusi udara. Kalau di sini sangat tenang sekali, adem dan anginnya sepoy-sepoy enak untuk di hirup.

Waktu sudah menunjukkan jam 18.00 sore dan aku memutuskan untuk mandi.
" Pak saya mau mandi, kamar mandinya dmn ya? " tanyaku
" Itu ada di belakang dapur " katanya
" Ow oke pak " Aku langsung mengambil perlengkapan mandi ku dan pergi ke kamar mandi.

Cerita Dewasa Petaka Liburan Sekolah Di Kampung Pak Martin


Ternyata tempat mandi nya bukan kamar mandi yang seperti biasanya di rumahku di tutuupi oleh dinding tapi ini engak, hanya beralaskan seng di kanan kiri dan bagian atasnya terbuka. Lantas aku tidak percaya akan hal ini, lalu ku bertanya lagi sama pak Martin.
" Pak ini kamar mandinya ? " tanyaku lagi
" Benar, mas masuk saja, nanti di tutup pintunya, tenang saja gak ada yang liat kok sepi kalau di sini " katanya
Aku pun hanya pasrah saja lalu pergi mandi, ku masuk dan ikatkan tali rafia di pintu ke paku yang menancap. Ku buka semua pakaian ku dan mulai mandi, saat airnya mengenai tubuhku rasanya seger sekali dingin pula.

Ketika sedang asyik-asyiknya mandi, aku tidak menyadari pintu yang menutupi kamar mandi terbuka karena saat itu aku membelakangi pintunya. Saat ku ku tengkok ke belakang., alangkah kagetnya aku melihat seorang gadis kira-kira umur 20 tahunan melihat ku sedang mandi, otomatis seluruh badan ku bisa di lihat orang dirinya terutama penis ku.

Ia pun langsung lari ketakutan, ku tutup pintu kamar mandi dan mulai mandi kembali. Selama mandi aku memikirkan gadis yang tadi tersebut, tampangnya imut, cantik dan putih entah dia anak pak Martin atau tetangga di sini atau hantu hiiiii, rasanya merinding dan aku cepet-cepet menyelesaikan mandiku.

Setelah selesai mandi, aku di ajak istri pak Martin untuk makan bersama. Terlihat menu nya hanya ada tempe, sayur kangkung, ayam goreng dan nasi, mungkin tidak terlihat mewah-mewah banget ya rasanya masih enak kok tidak aku saja sampai nambah 3 x baru akhirnya menyerah kenyang hahaha.

Petaka Gadis Cantik yang Kepergok Saat Mengintip Ku Mandi


Saat selesai makan, aku teras depan rumah Pak Martin sambil merokok. Udara di malam hari ternyata lebih dingin dan cukup gelap juga hanya beberapa lampu saja yang menyalah. Tak lama kemudian aku melihat ada orang yang masuk ke pekarangan rumah Pak Martin dan itu adalah gadis yang melihat tapi ku mandi.

" Halo, ibu Suninya ada ? " tanyanya
" Ada di dalam " kataku
" Tapi tunggu dulu, kamu itu yang tadi ngintip aku lagi mandi ya ? " tanyaku
" Ehh.. ehh maaf mas aku tidak bermaksud begitu, tadi aku kaget saja melihat orang telanjang di kamar mandi " katanya sambil menundukan kepala mungkin malu.
" Ow gitu.. ya gpp yud sana masuk " kataku

Lalu ia masuk ke dalam dan tak berapa lama dia keluar lalu pulang ke rumahnya. Aku yang masih penasaran dengan gadis tersebut pun bertanya pada ibu Suni.
" Bu itu tadi siapa ? " tanyaku
" Ow itu si Anisa anak tetangga, tadi dia kesini dititipin mamanya untuk bayar utang " kata ibu Suni.
" Gitu ya.. " kataku.
" Knp ? kamu suka ya ? " tanya ibu Suni sambil meledek
" Gak kok " kataku

Aku langsung pergi ke kamar yang telah di siapkan oleh pak Martin dan tidur. Meskipun tidak ada AC dan tidak nyalain kipas, suasana di rumah tetap dingin sungguh adem sekali. Keesokan harinya pagi-pagi aku di bangunin oleh mertua pak Martin.
" Andy, bangung yuk sarapan dulu, nanti pak Martin, istri dan ibu mau pergi dulu ke sawah " katanya
" Ohh... gitu " kataku yang bangun masih dalam keadaan mengantuk.

Setelah selesai makan mereka bertiga pun berpamitan untuk pergi ke sawah dan pulangnya nanti sore, aku yang tadi nya di ajak tapi menolaknya lantaran cuacanya cukup panas takut hitem nantinya. Alhasil aku di rumah hanya tiduran sambil memainkan HP, entah kegiatan apa yang harus ku lakukan di tempat sepi begini.


Petaka Di Siang Hari Bersama Anisa


30 Menit ada aku mainkan hp, tiba-tiba ada yang mengentok pintu dan ku buka pintunya ternyata adalah Anisa gadis yang mengintip ku waktu itu.
" Cari ibu ya ? ibunya lagi pergi ke sawah " kataku
" Bukan, aku tadi di pesan sama ibu Suni untuk temenin mas " katanya
" Ow gitu, yud masuk aja " kataku

Kuizinkan dia masuk ke rumah dan ku tutup pintunya, saat itu kami ngobrol-ngobrol.
" Umur berapa kamu ? " Tanyaku
" 19 mas, baru lulus sekolah " katanya
" Ow gitu " kataku yang sekilas melihatnya mukanya memang lumayan cantik, putih, tidak seperti keluarga pak Martin yang hitam.

Setiap ku menatapi dirinya, ia akan malu-malu menundukkan kepalanya, aku yang saat itu bingung mau bicara apa yang menjadi suasana tersebut hening.
" Kenapa kamu ? " tanyaku
" Ehh.. gak mas.. cuman malu saja sama mas waktu itu " katanya
" O... gpp lah namanya juga tidak sengaja, akunya juga gak iket dengan kuat " kataku
" Hmmm.. gede juga ya punya mas " katanya

Sontak aku pun kaget dengan ucapannya entah mengapa tiba-tiba aku menjadi horny dan bergairah saat dia mengucapkan kata tersebut.
" Eh.. maksudnya ? " tanya ku pura-pura bingung
" Ngak mas " katanya kembali menunduk malu.
Lalu pikiran nakal ku muncul, ":mengapa tidak ku cobai saja tubuh gadis ini , berhubung rumah sedang sepi, aku pun juga penasaran gmn rasanya " kataku dalam hati.

" Hmm gak usa malu, kalau kamu mau lihat lagi ini ku kasih lihat lagi " kataku
" Eh.. engak mas tidak usa " katanya kaget.
Tak lama aku pun berdiri dan merorotkan celana ku, sehingga terlihat penis ku menyembur keluar yang membuat Anisa kaget setengah mati sambil menutupi mukanya dengan kedua tangannya.
" Aduh mass.. ngapain " katanya
" Uda lihat saja gak usa malu-malu, gak ada orang yang lihat kok " kataku

Suasana Panas Di Rumah Pak Martin


Perlahan dia membuka kedua tangannya, dengan tampang serius dia melihat penis ku yang sudah tegang. Tak ingin mengsia-siakan kesempatan ini, aku langsung samber dengan ciuman di bibirnya, tampak dia berusaha menolak tetapi lama kelamaan dia pasrah dan membalas ciuman.

Kemudian ku lepaskan ciuman ku di bibirnya.
" Malu mass ah " katanya
" Enak gak ? " tanyaku
" Engak tau mas ihh" tampaknya muka nya memerah.
" Kamu mau lebih enak gak ? " tawarku
" Mang apa mas ? " tanyanya penasaran
" Jng di sini, kamu ikut aku ke kamar yuk " ajakku
Tak di sangka dia mengikuti perkataanku, kami berdua pun masuk ke kamar ku. Lalu ku suruh dia untuk rilex dan santai saja.

Pertama ku cium lagi bibirnya yang munggil tersebut tampak tidak ada penolakan sedikit pun, yang ada malahan kami sedang bercumbu dengan penuh nafsu. Saat lidah ku masuk ke dalam mulutnya, dia tampak merasa jijik " Hmmmm hmmm " suara nafas Anisa yang memburu " clappp clappp " suara ciuman kami.

Tanganku kemudian mencoba menyentuh payudaranya dari luar bajunya sekali lagi dia hanya pasrah saja. Seolah mendapatkan reaksi begitu, aku langsung selipkan tangaku ke dalam baju kaosnya, lalu ku rasakan BHnya yang menutupi payudaranya, ku buka BHnya tersebut dan ku peras payudara yang munggil tersebut.  " hmmm " tampak bandanya kegelian menerima rangsang di payudaranya.

Segera saja ku lepas bajunya, ia pun membantu dengan menaikan tangannya, sekarang di depan mataku terlihat payudaranya yang tidak besar dengan pentil susu yang sudah menegang. Aku yang sudah bernafsu saat itu langsung menghisap pentil susunya dan satunya lagi ku pelintir-pelintir dengan jari tanganku.
" Hmmm ahhh masss hmmmm enaaakk ahhhhh hmmmm  " desah kenikmatan yang tidak dapat di tahan lagi keluar dari mulutnya.

Menikmati Tubuh Gadis Desa Yang Montok


Tak lama ku hentikan permainan ku dan dengan cepat membuka seluruh pakaianku, tidak ada tersisa satu helai benangpun yang melekat pada tubuhku. Ku lihat Anisa tampak lesu sekali seperti orang habis mendapatkan kenikmatan dan pgn lagi sepertinya.

Aku yang juga ingin mendapatkan kenikmatan, menuntun tangan Anisa untuk menyentuh penis ku. Saat tangannya menyentuh penis ku enak sekali rasanya tidak seperti biasa yang ku pegang sendiri, ia pun bingung harus ngapain saat itu, dengan kedua tangannya dia gengam penis ku.

" Kocok aja , seperti kamu kocok minuman " pintaku
Dikocoknya penis ku dengan ke 2 tangannya secara perlahan, " ahhh hmmm " desah ku yang menikmati kocokan Anisa. Tiba-tiba aku terpikir dengan adengan bokep yang ku tonton yang dimana pemeran wanitanya mengulum penis lakinya.

Aku pun meminta Anisa untuk memasukan nya ke dalam mulutnya tetapi dia tidak mau.
" Masukin ke mulut kamu penis ku " pintaku
" Ihh gak ah jorok " katanya
" Gak jorok kok, aku kan cuci setiap hari " kataku coba meyakinkannya
" Ihh yud " katanya pasrah.

Ia pun membuka bulutnya lebar-lebar, kemudian ia majukan mulutnya ke arah penis ku blupppp seketika penis ku tengelam semua ke dalam mulutnya. " hmpppp hmpppp " entah apa yang Anisa omongkan, karena mulutnya sudah penuh dan sesak. Penis ku seakan di hisap-hisap oleh mulutnya rasanya memang enak, lalu tanganku memegang kepala Anisa ku dorong pinggul ku maju mundur.

" Hmmppp hmppppp uhhukkk " sepertinya Anisa tersedak karena terlalu dalam penis ku masuk ke dalam mulutnya. Aku tidak memperdulikannya, aku terus mengocok-ngocok penis ku. Ternyata memang enak sekali rasanya, tetesan air liur perlahan keluar dari sela-sela mulut Anisa. Tak lama kemudian aku merasakan akan mengeluarkan sperma ku, tapi kali ini langsung ku lepas agar tidak keluar sperma ku karena aku masih mau memasukan penis ku ke dalam vaginanya nanti.

" Pegel mulut ku haissh " kata Anisa
" Hehehe enak gak ? " kataku
" Ngak woo.. " katanya

Ku lihat jam sudah menunjukkan pukul 14.00 siang, aku pun segera bergegas menyelesaikan permainan ini sebelum mereka balik. Ku dorong Anisa sampai telentang di kasur, lalu ku perorotkan celana dan celana dalamnya terlihat sekarang gundukan bulu-bulu hitam halus yang tumbuh di ekitar vaginanya.

Baru kali ini aku melihat vagina secara langsung, ku lihat vaginanya ada cairan bening membasahi belahannya. Aku pun semakin penasaran, lalu aku sentuh dengan jari-jariku tiba-tiba saja Anisa tersentak terkejut saat jari ku bersentuh dengan bibir vaginanya.

Tak ingin membuat waktu lagi, aku pun menirukan apa yang di lakukan pemain bokep. Ku elus-elus belahan vaginanya yang sudah basah tersebut dan membuat Anisa seperti orang yang cacingan " Ahhhh hmmmm enaaakk terussss ahhhh ohhh enaakkk " desah Anisa yang ternyata dia sangat menikmati elusan ku di vaginanya.

Selama 5 menit aku terus mengelus vaginannya, tiba-tiba saja dia menjerit kalau dia ingin kencing, otomatis aku menghentikan elusanku dan menjauh, takutnya terkena kencing dia " Ahhh kok berhenti sih lagi enaak jugaa ahh " kata Anisa
" Katanya mau kencing " tanyaku bingung
" Iya seperti mau kencing tapi kayanya bukan air kencing yang keluar nanti " katanya.

Setelah itu aku baru mengerti kalau Anisa tadi sebentar lagi mencapai puncak kenikmatan seperti aku yang mengeluarkan sperma. Setelah itu ku lihat di sekitar vaginanya ada lubang kecil yang dimana nantinya lubang tersebut bisa di masukan oleh penis ku seperti yang ku tonton.

Karena penasaran aku pun mencoba untuk memasukan penis ku ke dalam lubang kecil tersebut, aku lebarkan kedua paha Anisa lalu ku arahkan penis ku ke arah lubangnya. Pertama kali coba gagal terus karena memang licin dan kecil lubangnya, sampai ke 5 kali mencoba akhirnya bisa masuk tapi hanya kepala nya saja. " Ahhh perihhh sakittt.. ngapain kamu ? " kata Anisa.
" Masukin penis ku ke dalam vagina kamu " kataku
" Tapi sakit ini " katanya
" Masa sih ? hmmm apa masukin semua ya biar gak sakit ? " tanyaku
" Coba aja langsung masukin semua. " katanya

Dengan diriku yang masih polos dan tidak mengerti langsung saja ku dorong pinggulku sekuat tenaga dan blesss " AHhhhhhhh sakitttt bangeetttttt perihhhh  "teriak Anisa. Batang penis ku seluruhnya masuk, aku yang melihat Anisa kesakitan panic dan pelan-pelan mengeluarkan penis ku keluar " Jangaan ahhh diam aja sakit tauu " katanya.

Lantas aku mengikut perintahnya, ada 5 menit ku diamkan penis ku di dalam dengan keadaan penis ku seperti di pijit-pijit dari dalam. Hanget-hanget gmn gitu di dalam sungguh enak sekali rasanya, kemudian Anisa mengerakan pinggulnya maju mundur, seketika aku mengingat video bokep yang ku tonton.

Aku maju mundurkan penis ku di dalam vagina Anisa " Ahhhh masss hmmmmm enaaakk tapi periiih " desahnya. Tampaknya rasa sakit itu perlahan hilang, apa aku harus mempercepat pompaan ku sehingga rasa sakitnya bisa hilang nanti. Ku percepat lagi gerakan maju mundur, ternyata benar Anisa merasakan nikmat tampak matanya terpenjam dan bibirnya di gigit " Ahahhh ohhhh ahhh terusss ahhhh ahhhh " rintih Anisa.

Selama 10 menit ku melakukan gerakan tersebut dan Anisa pun meracau kalau dia akan kencingg. Aku yang saat itu sudah mengetahuinya, terus saja memompa vaginanya.
" Ahhh ahhh Anisa aku mau keluarin sperma ku , tahan ya " kataku
" Aku juga mau kencingg masss " rintihnya
Crottt....crottttt tubuh kami berdua sama-sama seperti orang yang kejang-kejang, sungguh lega dan cape sekali akhirnya bisa mengeluarkan puncak kenikmatan, Anisa pun juga tampaknya lelah sekali terdengar nafasnya tersengah-sengah seperti orang yang habis lari.

Ku lirik jam sebentar ternyata sudah pukul 16.00 sore, wah gawat ne bentar lagi mereka mau pulang lagi. Aku langsung buru-buru melepaskan penis ku, betapa terkejutnya aku melihat penis ku berlumuran darah dan dari lubang vagina Anisa juga mengalir sperma ku yang telah berampur dengan darah.

Dengan keadaan panic aku langsung mengendong Anisa untuk ke kamar mandi dan mencuci vaginanya dari sperma yang keluar. Setelah itu kami pun balik ke kamar dan berpakaian kembali, lalu duduk di ruang tamu seolah-olah tidak terjadi apa-apa dengan kami, waktu mereka pulang aku mengantarkan Anisa untuk pulang karena tampaknya dia masih kelelahan dan jalannya saja mengangkang.

" Kamu jangan bilang siapa-siapa ya Anisa soal hal yang tadi kita lakuin " kataku
" Iya mas " katanya

Semenjak kejadian itu, Anisa jadi sering ke rumah dan hampir setiap hari kami berhubungan badan mungkin karena ketagihan, sampai-sampai aku meminta tambahan menginap di rumah Pak Martin. 2 bulan setelah aku tinggalkan rumah Pak Martin, Anisa hamil dan anak di dalam kadungannya adalah anakku, alhasil aku di minta pertanggung jawaban nya dan di omelin oleh orang tua ku habis-habisan.


Artikel Terkait


EmoticonEmoticon